Itaewon Class, Apapun Masa Lalumu Bisa Sukses

Selama pandemi COVID-19 ini tentu banyak hal yang dilakukan dirumah saja, salah satunya menonton hiburan dilayanan streaming Netflix. Salah satu tontonan yang saya nikmati adalah Itaewon Class. 

Sebenarnya Itaewon Class sudah ada di Netflix sejak awal tahun 2020 dan episode terakhir adalah episode 16 yang selesai beberapa waktu lalu sejak tulisan ini saya buat. Dan hal lain yang menarik adalah saya tidak begitu suka dengan Drama Korea yang terkenal sangat dramatis dari awal, tengah, hingga alhir episode. Bagi kamu pecinta drama, pasti tau akan hal ini.

Itaewon Class

Park-Saeroyi, adalah seorang pemuda dari salah satu district metro Seoul yang hidup bersama ayahnya, hidup penuh dengan prinsip dan seorang pemuda yang sangat baik hati. Prinsip yang menjadi pegangan hidupnya menjadikanya seorang pemuda yang terlihat bodoh karena merugikan dirinya sendiri dan orang lain termasuk ayahnya sendiri.

Dia, Park-Saeroyi memiliki cita-cita yang tinggi sebagai seorang polisi, tapi dia gagal mewujudkan cita-citanya bahkan tidak akan pernah terwujud sama sekali. Semua berawal dari masalah ketika dia masuk sekolah pertama kali di SMA yang membela temanya Lee Ho-jin di aniaya oleh Jang Geun-won seorang anak kaya-raya dari Jangga Group. Ketika membela Lee Ho-jin, Park-Saeroyi memukul Jang Geun-won sehingga membuat dia dihukum sekolah dan ayahnya Mr. Park sebagai manager di Jangga Group mengundurkan diri untuk membela prinsip yang dipegang anaknya Park-Saeroyi.

Tidak berhenti disitu masalah selanjutnya adalah tragedi tabrak lari yang dialami Mr. Park yang menyebaban beliau meninggal karena kecelakaan tersebut. Oh Soo-ah teman satu kelas Park-Saeroyi melihat foto mobil yang dibawa detektif Oh Byeong-heon yang menangani kasus tabrak lari ayahnya. Oh Soo-ah yakin bahwa moobil yang menabrak tersebut adalah mobil Jang Geun-won.

Mendengar kenyataan tersebut, menyulutkan kemarahan Park-Saeroyi dan mendatangi Jang Geun-won untuk melampiaskan amarahnya hingga hendak membunuh Jang Geun-won dirumah sakit. Oh Soo-ah memberitahukan hal tersebut kepada polisi dan menggagalkan percobaan pembunuhan tersebut dan akhirnya Park-Saeroyi dihukum 3 tahun penjara.

Dari sini sudah jelas masadepan Park-Saeroyi menjadi polisi atau apapun sudah berakhir karena dia:

  1. Hanya lulus SMP
  2. Narapidana

Namun hal itu bukanlah akhir segalanya bagi Park-Saeroyi. Di penjara ada perpustakaan, yang memberikan dia kesempatan untuk belajar secara otodidak sebuah bisnis melalui buku-buku bisnis di penjara, bahkan dia mempelajari buku otobiografi orang yang menjadi musuhnya, pemilik Jangga Group Mr. Jang.

Selama dipenjara, Park-Saeroyi dikunjungi teman SMA-nya Lee Ho-jin yang pernah dirundung oleh Jang Geun-won. Dia masuk sebuah universitas mengambil ilmu manajemen investasi. Park-Saeroyi mendapatkan santunan asuransi yang cukup besar atas kematian ayahnya dan Lee Ho-jin menawarkan balas dendam dengan membeli saham Jangga Group yang jatuh hingga 37%. Ini adalah awal keruntuhan Jangga Group.

Karena kelakuan baik saat masa tahanan, Park-Saeroyi keluar lebih cepat 1 tahun. Dia pergi ke Itaewon dan bertemu dengan Oh Soo-ah. Park-Saeroyi sangat menyukai Oh Soo-ah tapi tidak pernah mau memberikan janji manis apapun kepada Oh Soo-ah, dan Oh Soo-ah hanya mengatakan jadilah orang kaya.

Dalam keadaan seperti ini, Park-Saeroyi tidak akan diterima kerja dimanapun. Satu-satunya hal yang bisa dia kerjakan adalah menjadi buruh memancing dan buruh pabrik. 7 tahun berlalu dia bekerja keras dan mengumpulkan uang digunakan untuk menyewa kedai di Itaewon.

Hal penting yang dilakukan Park-Saeroyi adalah.

  1. Dia bervinvestasi untuk jangka panjang melalui pasar saham, dia tidak mengerti investasi tapi dia mempercayakan hal tersebut kepada temanya yang dia percaya untuk mengelola dananya
  2. Park-Saeroyi Juga mengumpulkan uang untuk berinvestasi memulai bisnis baru di sektor real.

Inilah kunci awal Park-Saeroyi membangun kerajaan bisnis yang bisa kita terapkan pada kehidupan kita secara nyata berinvestasi sektor real dan non real. Ini adalah awal ketika Park-Saeroyi meruntuhkan Jangga Group.

Tentu saja ini hanya sebuah drama, namun ada nilai-nilai yang bisa kita ambil untuk belajar. Ada tambahan lain? Jangan lupa kirim komentar di kolom komentar ya!

Leave a Reply

%d bloggers like this: